Kamis, 04 Oktober 2012

BAB III PTK LOMPAT JAUH



BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A.     Desain Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research) atau penelitian tindakan kelas karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajran dikelas. Penelitian ini juga termasuk penelitian diskriptif, sebab menggambarkan bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai.
Dalam penelitian tindakan ini menggunakan bentuk penelitian kolaboratif dengan guru mata diklat dan didalam proses belajar mengajar dikelas yang bertindak sebagai pengajar dan pengamat adalah peneliti tetapi peneliti secara bersama-sama teman seprofesi dan supervisor melakukan pengamatan, penanggung jawab penuh penelitian tindakan adalah peneliti. Tujuan utama dari penelitian tindakan ini adalah meningkatkan kemampuan dan hasil pembelajaran di kelas dimana peneliti secara penuh terlibat dalam penelitian mulai dari perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi.
B.      Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari :
1.      Silabus
Yaitu seperangkat rencana dan pengaturan tentang kegiatan pembelajaran pengelolaan kelas, serta penilaian hasil belajar.


2.      Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Yaitu merupakan seperangkat pembelajaran yang digunakan sebagai pedoman guru dalam mengajar dan disusun untuk tiap putaran. Masing-masing Rencana Pelaksanaan Pembelajaran berisi kompetensi dasar, indikator pencapaian hasil belajar, tujuan pembelajaran khusus dan kegiatan belajar mengajar.
3.      Lembar Observasi Kegiatan Belajar Mengajar
Peneliti menggunakan lembar observasi kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan lembar observasi aktivitas guru dan siswa untuk mengamati aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran.
C.     Subyek dan Waktu Penelitian
1.      Lokasi
Pada penelitian ini menggunakan subyek tindakan yakni Peserta didik MIS Nurrahman Martapura kelas V (lima) pada mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan dengan jumlah 20 orang dengan komposisi laki-laki 8 orang dan perempuan 12 orang.Alasan peneliti melakukan penelitian di lokasi tersebut karena peneliti sudah mengetahui karakter anak dan peneliti merupakan staf pengajar di MIS Nurrahman Martapura. Dengan demikian peneliti sudah mengenali lokasi penelitian.
2.      Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan dalam dua minggu berturut-turut untuk pelaksanaan dua mata pelajaran yang masing-masing 2 siklus pelajaran yaitu :



Tabel. 1
Jadwal Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran PENJAS
Mata Pelajaran
Siklus
Hari/Tanggal
Alokasi Waktu
PENJASORKES
I
Senin/09Januari 2012
3 x 35 menit
Senin/16 Januari  2012
3 x 35 menit
II
Senin/ 23 Januari 2012
3 x 35 menit
Senin/30 Januari 2012
3 x 35 menit

Berdasarkan Tabel diatas, pelaksanaan perbaikan mata pelajaran PENJASORKES dilaksanakan pada hari senin 9Januari 2012 dan 16 Januari 2012 pukul 08.00 sd 09.45 untuk siklus I, sedangkan untuk siklus II dilaksanakan pada hari senin 23 Januari 2012 dan 30 Januari 2012 pukul 08.00 sd 09.45.
D.     Pelaksanaan Tindakan
Setelah diketahui  permasalahan pembelajaran pendidikan jasmani yang ada di MIS Nurrahman Martapura kemudian diberi tindakan yaitu metode pembelajaran lompat jauh gaya jongkok melalui pendekatan bermain pada pendidikan jasmani. Dalam pendekatan bermain pembelajaran lompat jauh gaya jongkok dimodifikasi antara lain  peraturan, alat dan ukuran lapangan.






Gambar. 1
Siklus Penelitian Tindakan Kelas
Penjelasan Alur diatas adalah :
1.      Tahap 1 : Perencanaan Tindakan
Dalam tahap ini peneliti menjelaskan tentang apa, mengapa, dimana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan. Penelitian yang ideal sebetulnya dilakukan secara berpasangan antar pihak yang melakukan tindakan dan pihak yang mengamati proses jalannya tindakan.atau penelitian koloborasi.
Koloborasi dapat dilakukan oleh dua guru yang dengan cara bergantian maengamati ketika sedang mengajar. Dalam hal tahap penyusunan rancangan ini peneliti menentukan titik fokus peristiwa yang perlu mendapatkan perhatian khusus untuk diamati, kemudian membuat sebuah instrumen.
2.      Tahap 2 : Pelaksanaan Tindakan
Tahap ke-2 dari penelitian tindakan adalah pelaksanaan yang merupakan  implementasi atau penerapan  isi rancangan, yaitu mengenakan tindakan di kelas. Hal yang perlu di ingat adalah bahwa dalam tahap ke-2 ini pelaksana guru harus ingat dan berusaha menaati apa yang dirumuskan dalam rancangan, tetapi harus pula berlaku wajar, tidak dibuat-buat. Dalam refleksi, keterkaitan antara pelaksana dengan perencanaan perlu diperhatikan secara seksama agar sinkron dengan maksud semula.
3.      Tahap 3 : Pengamatan (Observasi)
Tahap ke-3, yaitu kegiatan pengamatan yang dilakukan oleh pengamat, sebetulnya sedikit kurang tepat kalau pengamatan ini dipisahkan dengan pelaksanaan tindakan karena seharusnya pengamatan dilakukan pada waktu tindakan sedang dilakukan. Jadi, keduanya berlangsung dalam waktu yang sama. Sebutan tahap ke-2 diberikan untuk memberikan peluang kepada guru pelaksana yang juga berstatus sebagai pengamat.
4.      Tahap 4 : Refleksi
Tahap ke-4 merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan. Istilah refleksi berasal dari kata bahasa inggris reflection, yang artinya pemantulan. Kegiatan refleksi ini sangat tepat dilakukan ketika guru pelaksana sudah selesai melakukan tindakan, kemudian berhadapan dengan peneliti untuk mendiskusikan implementasi dari rancangan tindakan.
E.      Alat  Pengumpulan Data
Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah tes buatan guru yang fungsinya adalah : (1) untuk menentukan seberapa baik siswa telah menguasai bahan pelajaran yang diberikan dalam waktu tertentu; (2) untuk menentukan apakah suatu tujuan telah tercapai; (3) untuk memperoleh suatu nilai. Sedengkan tujuan dari tes adalah untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa secara individual maupun secara klasikal disamping itu juga untuk mengetahui kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa sehingga dapat dilihat dimana kelemahanya, khususnya pada bagian mana yang tidak dapat tercapai. Untuk memperkuuat data yang dikumpulkan, maka juga digunakan metode observasi (pengamatan) yang dilakukan oleh teman sejawat untuk mengetahui dan merekam aktifitas guru dan siswa dalam proses belajar mengajar.
F.      Teknik Pengumpulan Data
                  Untuk mengetahui efektifitas suatu metode dalam kegiatan pembelajaran perlu diadakan analisis data. Pada penelitian ini menggunakan teknik analisa deskriptif kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang bersifat menggambarkan kenyataan atau fakta dengan data yang diperoleh dengan tujuan untuk mengetahui prestasi belajar yang dicapai siswa untuk memperoleh respon terhadap kegiatan pembelajaran serta aktivitas siswa selamsa proses pembelajaran.
Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara menilai langsung :
1.      Kemampuan siswa dalam saling menghargai dan jujur
2.      Kemampuan siswa dalam saling kerjasama dan semangat
3.      Kemampuan siswa dalam melakukan awalan dengan berjalan 5, 7 atau 9 langkah pada lompat jauh gaya jongkok.
4.      Kemampuan siswa dalam melakukan awalan dengan berlari pada lompat jauh gaya jongkok.
5.      Kemampuan siswa dalam melakukan tumpuan atau tolakan pada lompat jauh gaya jongkok.
6.      Kemampuan siswa dalam melakukanayunan tangan dan paha pada lompat jauh gaya jongkok.
7.      Kemampuan siswa dalam melakukan gaya dengan sikap jongkok diudara pada lompat jauh gaya jongkok
8.      Kemampuan siswa dalam melakukan Pendaratan dengan dua kaki.
9.      Kemampuan siswa dalam melakukan gerakan lanjutan setelah mendarat pada lompat jauh gaya jongkok.
10.   Mampu menjelaskan cara melakukan teknik dasar lompat jauh gaya jongkok.



G.     Rancangan Analisis Data
            Rancangan analisis data ini menggunakan format penilaian secara langsung pada siswa. Analisis data penelitian tindakan secara umum dilakukan dengan mengidentifikasikan dan menunjukkan bahwa perbaikan telah terjadi.
1.      Format penilaian KBM Lompat Jauh Gaya Jongkok di Sekolah Dasar
Untuk menyatakan tinggi rendahnya kualitas pengajaran efektif yang dihasilkan dari penelitian ini digunakan format penilaian KBM lompat jauh gaya jongkok di MIS Nur Rahman Martapura .           
Tabel. 2
Norma Penilaian
Guru Terlibat Langsung dalam Proses Pembelajaran
Rentang Nilai
Nilai Kwalitatif
Ket
41 – 50
BS
Baik Sekali
31 – 40
B
Baik
21 – 30
S
Sedang
11 – 20
K
Kurang
1 – 10
KS
Kurang Sekali









Skala / Kreteria Guru Terlibat Langsung dalam Proses Pembelajaran           
No
Kegiatan
Baik Sekali
Baik
Sedang
Kurang
Kurang Sekali
1.
Apresiasi




2
Menjelaskan Tujuan
3
Menjelaskan Materi
4
Penggunaan Strategi/Metode



5
Penguasaan Media dan Sarana


6
Pengelolaan Kegiatan dan Waktu

7
Penghargaan




8
Melakukan Evaluasi
9
Menutup Pelajaran




2.      Evaluasi
a)      Guru Terlibat Langsung Dalam Proses Belajar
Skala : Penilaian
1.      Nama Guru / Mahasiswa   : ........................................................
2.      NIM                                  : ........................................................
3.      Waktu                               : ........................................................
4.      Hari / Tanggal                   : ........................................................

No
Kegiatan

Skor
Keterangan
KS
K
S
B
BS
1
Apersepsi






2
Menjelaskan Tujuan






3
Menjelaskan Materi






4
Penggunaan Strategi dan Metode






5
Penguasaan Media dan Sarana






6
Pengelolaan Kegiatan dan Waktu







a.      Pemanasan







b.      Kegiatan Inti







c.       Penenangan






7
Reward and Punishment






8
Kemampuan Melakukan Evaluasi






9
Menutup Pelajaran






Jumlah Skor Perolehan :




Tabel.3
Norma Penilaian
Penguasaan Tugas Gerak yang diberikan Guru Kepada Siswa
Rentang Nilai
Nilai Kwalitatif
Ket
8 – 9,9
BS
Baik Sekali
6 – 7,9
B
Baik
4 – 5,9
S
Sedang
2 – 3,9
K
Kurang
0 – 1,9
KS
Kurang Sekali














Skala/Kriteria Penguasaan Tugas Gerak yang diberikan Guru Kepada Siswa
a.    Baik Sekali          = Setiap siswa mempunyai kejujuran dan saling menghargai dan
mampu melakukan rangkaian proses lompat jauh gaya jongkok dengan baik dan benar
b.  Baik                     = Setiap Siswa mempunyai kejujuran dan saling menghargai dan
mampu melakukan rangkaian proses lompat jauh gaya jongkok dengan benar
c.  Sedang                = Setiap Siswa mempunyai kejujuran dan saling menghargai dan
mampu melakukan rangkaian proses lompat jauh gaya jongkok dengan benar walaupun ada sedikit kesalahan pada rangkain
d. Kurang                = Setiap Siswa tidak memperdulikan kejujuran dan saling
menghargai dan mampu melakukan rangkaian proses lompat jauh gaya jongkok namun ada beberapa kesalahan yang tampak terlihat
e.       Kurang Sekali   =Setiap Siswa tidak jujur dan tidak menghargai teman ketika
pelajarandan ketika melakukan rangkaian proses lompat jauh gaya jongkok banyak ditemukan indikasi kesalahan.


a)      Penguasaan Tugas Gerak Yang Diberikan Guru Kepada Siswa
Skala : Penilaian Gerak
No / Nama Siswa        : ........ / ..........................................................
Pertemuan                   : .....................................................................
Hari / Tanggal             : .....................................................................
Jam                              : .....................................................................
Kelas                           : .....................................................................

No
Kegiatan
Skor
Keterangan
KS
K
S
B
BS
1
Kemampuan siswa dalam saling menghargai dan jujur.






2
Kemampuan siswa dalam saling kerjasama dan semangat






3
Kemampuan siswa dalam melakukan awalan dengan berjalan 5, 7 atau 9 langkah pada lompat jauh gaya jongkok.






4
Kemampuan siswa dalam melakukan awalan dengan berlari pada lompat jauh gaya jongkok.






5
Kemampuan siswa dalam melakukan tumpuan atau tolakan pada lompat jauh gaya jongkok.






6
Kemampuan siswa dalam melakukan ayunan tangan dan paha pada lompat jauh gaya jongkok.






7
Kemampuan siswa dalam melakukan gaya dengan sikap jongkok diudara pada lompat jauh gaya jongkok






8
Kemampuan siswa dalam melakukan Pendaratan dengan dua kakipada lompat jauh gaya jongkok






9
Kemampuan siswa dalam melakukan gerakan lanjutan setelah mendarat






10
Mampu menjelaskan cara melakukan teknik dasar lompat jauh gaya jongkok






Jumlah Skor Perolehan :














Data Mengenai Keaktifan Pada saat Proses
Kegiatan Belajar Mengajar
NO
NAMA
PERHATIAN SISWA
Baik
Cukup
Kurang
1




2




3




4




5




6




7




8




9




10




11




12




13




14




15




16




17




18




19




20





 Jumlah




 Persentase



Skla/Kriteria Mengenai Keaktifan Pada saat Proses Kegiatan Belajar Mengajar
Baik           = setiap siswa mendengar, memperhatikan, melihat dengan fokus dan ikut
                     terlibat aktif dalam proses pembelajaran secara dinamik
Cukup       = Setiap siswa terkadang kurang fokus akan segala perintah guru namun
                     ketika terlibat dalam kondisi permainan cukup aktif bergerak.
Kurang      = Setiap siswa tidak memperhatikan apa yang guru perintahkan dan
                     jarang aktif ketika proses belajar mengajar dimulai.
Analisa ini dihitung dengan menggunakan statistik sederhana yaitu :
Peneliti melakukan penjumlahan nilai yang diperoleh siswa yang selanjutnya dibagi dengan jumlah siswa yang ada dikelas terdsebut sehingga diperlukan rata-rata tes praktek dapat dirumuskan
Keterangan          
                            
                            
Untuk mengetahui angka persentase ketuntasan belajar siswa digunakan rumus yaitu :  
Untuk mengetahui perbedaan dan tingkat efesiensi penelitian peneliti menggunakan rumus yaitu :
S2
t =
2 - awal
             nawal      n2
Keterangan :
x          =  nilai satu orang siswa
x1                  =  nilai rata-rata seluruh siswa pada siklus I
x2                  =  nilai rata-rata seluruh siswa pada siklus II
S²                  =  varian
SD       =  standar devisi
SD1             =  standar devisi siklus I
SD2             =  standar devisi siklus II
n1                  =  jumlah seluruh siswa siklus I
n2                  =  jumlah seluruh siswa siklus II
t           =  perbedaan rata-rata dari pengamatan  
awal dengan siklus II
Analisis thitung > ttabel dan menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima atau terdapat peningkatan dan efektivitas terhadap metode yang digunakan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar